Beranda > Pintu Tobat > Shalat Taubat dan Syaratnya

Shalat Taubat dan Syaratnya

Tanya:

Apakah ada shalat taubat? Tolong sebutkan syarat-syarat orang yang bertaubat?

085215547574

Dijawab Oleh:

Al Ustadz Abu Muawiah Hammad

Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)

Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.

Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Adapun syarat diterimanya taubat, maka Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi -hafizhahullah- menyebutkan ada delapan, yaitu:

1. Taubatnya harus ikhlas, hanya mengharapkan dengannya wajah Allah. Taubatnya bukan karena riya, bukan pula karena sum’ah (keinginan untuk didengar) dan bukan pula karena dunia.

2. Berlepas diri dari maksiat tersebut.

3. Menyesali dosa yang telah dia kerjakan tersebut.

4. Bertekad untuk tidak mengulangi maksiat tersebut.

5. mengembalikan apa yang kita zhalimi kepada pemiliknya, kalau kezhalimannya berupa darah atau harta atau kehormatan.

Kami katakan: Maksudnya kalau kita menzhalimi seseorang pada darahnya, harta atau kehormatannya, maka kita wajib untuk meminta maaf kepadanya dan meminta kehalalan darinya atas kezhaliman kita.

6. Bertaubat sebelum roh sampai ke tenggorokan (sakratul maut).

7. Siksaan belum turun menimpa dirinya.

8. Matahari belum terbit dari sebelah barat.

[Fawaid Ammah 5 dari www.shrijhi.com]
Wallahu a’lam.

===

abu salman said:
February 11th, 2010 at 12:25 am

Ustadz hafidzakallah, terkait syarat taubat siksaan belum turun menimpa dirinya, bolehkah ustadz memberikan penjelasannya? Jazakumullah khairan

 

Jawab:

 

Kami mendapatkan faidah ini ketika membaca syarh Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi terhadap beberapa kitab. Beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala, “Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.” (QS. Al-Mu’min: 84-85)
Wallahu a’lam.

 

===

 

fitri said:
July 16th, 2010 at 9:47 am

assalamualaikum..
ustad,benarkah shalat taubat ada yg 41 rakaat? dan benarkah manusia bisa melihat org yg sdh meninggal masuk surga/neraka dan bisakah manusia biasa sesuci apapun dia bisa sampai ke langit ke tujuh dan bicara dengan allah? atau itu ajaran sesat? saya resah sekali ustad krn ada pengajian di dekat rumah saya yg ustad nya mengklaim spt itu. dan mereka meramalkan tgl 24 juli tahun ini akan terjadi bencana maha besar. sy jd takut ustad. mohon bantuannya ustad.

 

Jawab:

 

Waalaikumussalam warahmatullah.
1. Adapun shalat taubat 41 rakaat maka itu tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Keberadaan shalat khusus untuk taubat sendiri masih diperdebatkan di kalangan ulama, apalagi jika ditentukan rakaatnya, maka tentunya tidak ada seorang ulama pun -sepengetahuan kami- yang berpendapat dengannya.
2. Tidak mungkin. Karena yang menjadi akidah kaum muslimin adalah tidak boleh memastikan seseorang masuki surga atau nekara kecuali siapa yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Lagipula, masalah ‘apakah ada orang masuk surga atau neraka sebelum kiamat’ sendiri masih diperbincangkan oleh para ulama.
3. Tidak ada seorang manusiapun yang bisa naik ke atas langit ketujuh lalu berbicara kepada Allah secara langsung kecuali Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
4. Barangsiapa yang mempercayai ramalan tersebut maka dia terancam terjatuh ke dalam amalan kekafiran yaitu meyakini adanya manusia yang tahu perkara ghaib. Lihat pembahannya dalam artikel ‘hukuman bagi para pelanggan dukun’

Dinukil dari: http://al-atsariyyah.com/?p=635

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: