Beranda > Pintu Tobat > Mana yang Lebih Keras Siksanya, Pelaku Maksiat atau Ahli Bid’ah?

Mana yang Lebih Keras Siksanya, Pelaku Maksiat atau Ahli Bid’ah?

Jawaban Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan:

Ahli bid’ah lebih keras siksanya, karena perbuatan bid’ah lebih besar dari pada sekedar maksiat. Bid’ah lebih disenangi oleh syaithan daripada maksiat karena pelaku maksiat mudah untuk bertaubat.

Sufyan Ats Tsauri berkata: “bid’ah lebih disenangi oleh iblis daripada maksiat karena pelaku maksiat akan bertaubat darinya sedangkan pelaku bid’ah tidak akan bertaubat darinya.” (Musnad Ibnu Ja’ad (1885) dan Majmu Fatawa (11/472))

Rasulullah shalallahu’alayhi wassalam bersabda:

“…..sesungguhnya Allah telah menghalangi taubat dari setiap pelaku bid’ah” (Ash Shahihah , 1620)

Adapun ahli bid’ah maka jarang sekali yang bertaubat karena ia menyangka berada diatas kebenaran berbeda dengan pelaku maksiat, ia mengetahui bahwa ia seorang yg bermaksiat. adapun ahli bid’ah mka ia meyakini sebagai seorang yg taat dan sedang melakukan ketaatan. Maka dari itu perbuatan bid’ah -wal’iyyadzubillah- lebih jelek dari maksiat. Oleh karenanya ulama salaf selalu memperingatkan (agar menjauh) dari bermajelis bersama ahli bid’ah, karena mereka akan mempengaruhi orang yang duduk bersamanya, sementara bahaya mereka sangat besar.

Al Hasan Al Bashri berkata, “Jangan kamu duduk dengan pelaku bid’ah karena ia akan membuat sakit hatimu” (Al I’tisham 1/172, Al bida’ wan Nahyu ‘anha hal 54). Tidak diragukan, bahwa bid’ah itu lebih jelek dari maksiat dan bahaya yang ditimbulkan ahli bid’ah kepada manusia lebih besar daripada bahaya seorang pelaku maksiat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata tentang bahaya ahli bid’ah:

“…seandainya Allah tidak menjadikan adannya orang-orang yang mencegah bahaya mereka -yaitu ahli bid’ah- benar-benar agama ini akan rusak dan kerusakannnya akan lebih besar dari berkuasanya musuh yang memerangi. Karena musuh jika berkuasa tidak akan merusak hati dan agama kecuali hanya mengikut saja. Adapun ahli bid’ah, mereka akan merusak hati sejak pertama kalinya.” (Majmu’ Fatawa 28/232)

Ibnu Mas’ud mengatakan : “…sederhana dalam (melakukan) sunnah lebih baik daripada sungguh-sungguh dalam (berbuat) bid’ah” (Lihat Ilmu Ushulil Bida’ oleh Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid hal 55,-pen)

Diambil dari kitab Al Ajwibah Al Mufidah’an As’ilatil Manhaji Al Jadidah, hal 38-39 (pertanyaan no. 5)

Sumber Website: http://al-jasary.blogspot.com/2010/10/mana-yang-lebih-keras-siksanya-pelaku.html

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: