Beranda > Warna Warni Maksiat > Makanan Alternatif Setan

Makanan Alternatif Setan

Penulis: Al Ustadz Abu Muawiah Hammad

Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam makan dengan tiga jari, dan beliau menjilatinya sebelum mencuci tangannya.” (HR. Muslim no. 2032)

Yakni: Memakan apa yang tersisa di jarinya.

Dari Jabir radhiallahu anhuma dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِلَعْقِ الْأَصَابِعِ وَالصَّحْفَةِ وَقَالَ إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّهِ الْبَرَكَةُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh menjilati jari jemari tangan dan piring. Dan beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak mengetahui dimana letak berkahnya.” (HR. Muslim no. 2032)

Dari Anas radhiallahu anhu dia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَكَلَ طَعَامًا لَعِقَ أَصَابِعَهُ الثَّلَاثَ قَالَ وَقَالَ إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيُمِطْ عَنْهَا الْأَذَى وَلْيَأْكُلْهَا وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ وَأَمَرَنَا أَنْ نَسْلُتَ الْقَصْعَةَ قَالَ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّ طَعَامِكُمْ الْبَرَكَةُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila selesai makan, beliau menjilati ke tiga jari tangannya. Dan beliau bersabda, “Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, maka hendaknya dia mengambilnya kembali lalu dia buang bagian yang kotor lalu hendaknya dia memakan bagian yang bersih, dan jangan dia membiarkannya jatuh untuk (dimakan) setan.” Dan beliau menyuruh kami untuk menjilati piring. Beliau bersabda, “Karena kalian tidak tahu makanan mana yang membawa berkah.” (HR. Muslim no. 2034)

Penjelasan ringkas:

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata menjelaskan hikmah disunnahkannya makan dengan tiga jari, “Dikarenakan makan dengan satu atau dua jari tidaklah menjadikan seorang yang makan menikmatinya dan tidak juga memuaskannya dan tidak mengenyangkannya kecuali setelah lama berselang dan juga tidak mengenakkan organ mulut dan pencernaan dengan yang masuk ke dalamnya dari setiap makanan. Sedangkan makan dengan lima jari dan telapak tangan  akan menyebabkan makan memenuhi organ mulut dan juga pencernaan. Dan terkadang akan menyumbat saluran makan dan memaksakan organ-organ makan untuk mendorongnya dan juga pencernaan akan terbebani. Dan dia tidak akan mendapatkan kelezatan dan juga kepuasan. Dengan begitu maka cara makan yang paling bermanfaat adalah cara makan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan cara makan yang meneladani beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam  yaitu dengan mempergunakan tiga jari.“ (Lihat Zaad Al-Ma’ad: 4/222)

Adapun hikmah disyariatkannya untuk menjilati jari jemari sebelum mencucinya dan memungut makanan yang jatuh, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan hikmahnya ada dua:

1.    Karena adanya kemungkinan berkah dari makanan yang kita makan itu terdapat pada makanan yang jatuh atau yang melekat di jari. Jika langsung mencuci makanan yang melekat pada jarinya atau tidak memungut makanan yang jatuh maka dia bisa kehilangan berkah makanan tersebut.

2.    Makanan yang terbuang akan dimakan oleh setan dan itu akan menambah kekuatan dari setan untuk menggodanya. Dalam riwayat Muslim no. 2033 Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan ikut menghadiri makanannya. Maka apabila salah seorang di antara kalian terjatuh makanannya maka hendaknya dia membersihkan kotoran yang menempel padanya kemudian  memakannya dan tidak menyisakannya untuk setan. Dan apabila dia telah menyelesaikan makannya hendaknya dia menjilat tangannya karena sesungguhnya dia tidak mengetahui makanan manakah yang ada berkahnya.“

Ini menunjukkan betapa besarnya semangat setan untuk selalu mencari celah mencelakakan manusia. Dimana saat makanpun dia selalu bersama mereka untuk mencari peluang kelalain mereka. Jika orang yang makan tidak membaca basmalah di awalnya maka setan mempunyai kesempatan untuk menambah kekuatannya dengan ikut memakan makanan tersebut. Tapi jika orang tersebut membaca basmalah, maka setan tidak putus asa. Dia tetap menunggu kalau-kalau ada makanan alternatif baginya, berupa makanan yang terbuang atau makanan sisa yang tidak dimakan lalu dibuang oleh orang tersebut. Karenanya sudah sepatutnya seorang muslim menutup semua celah bagi setan untuk makan dari makanannya, baik sebelum dia makan maupun setelah dia makan.

Sumber Website: http://al-atsariyyah.com/makanan-alternatif-setan.html#more-2740

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: